Purwakarta, 26 Agustus 2025 – Self Learning Institute (SLI) memfasilitasi rapat bersama Tim Pengembang Sekolah (TPS) dalam rangka perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Tatanen di Bale Atikan (TdBA). Kegiatan ini berlangsung di SD Ekologi Kahuripan Padjajaran, Purwakarta.
Dalam rapat tersebut, fasilitator SLI, Rizky Agung Prakoso, mendorong TPS untuk merancang ekskul TdBA agar berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu menampung minat dan potensi siswa yang memiliki ketertarikan pada permakultur.
“Perencanaan ekskul TdBA ini penting agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang terstruktur, sehingga bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis sejak dini,” jelas Rizky Agung Prakoso.

Ekskul TdBA didefinisikan sebagai pembelajaran yang mengembangkan minat, bakat, dan potensi murid dalam bidang permakultur. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk tidak sekadar bercocok tanam atau mengelola lingkungan, tetapi juga memahami filosofi hidup yang selaras dengan alam.
Tujuan dari ekskul ini adalah menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sehingga murid terbiasa merawat bumi dan belajar langsung dari kebijaksanaan yang ada di dalamnya. Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan kecakapan hidup murid berbasis permakultur, mulai dari mengelola lahan, mengolah hasil bumi, hingga memahami siklus keberlanjutan. Ekskul TdBA juga mendorong murid agar mampu mengelola potensi alam yang ada di sekitar mereka dengan berlandaskan pada kearifan lokal. Pada akhirnya, seluruh proses ini diharapkan membentuk pribadi murid dengan Profil Gapura Panca Waluya, yaitu pribadi yang sehat, berbudi baik, benar, cerdas, dan terampil dalam menjaga diri serta lingkungannya.

TPS menyambut baik fasilitasi dari SLI karena membantu sekolah dalam menyiapkan agenda ekskul yang relevan dengan kebutuhan murid. Rapat juga menghasilkan beberapa rancangan awal, termasuk pembagian peran guru pendamping, integrasi program dengan kurikulum sekolah, serta rencana showcase karya murid.