Cikopo, 6 Agustus 2025 – Self Learning Institute (SLI) kembali melaksanakan pendampingan penguatan kapasitas sekolah dengan mendampingi SDN 2 Cikopo, salah satu sekolah berbasis arboretum bambu di Kabupaten Purwakarta, dalam menyusun Rencana Kerja Tahun Ajaran 2025/2026. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen SLI dalam mendorong satuan pendidikan agar mampu membangun sistem yang kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Rapat berlangsung dengan suasana partisipatif dan reflektif, melibatkan kepala sekolah, guru-guru, serta perwakilan komite sekolah. Tim fasilitator SLI hadir untuk mendampingi proses penyusunan arah kebijakan, struktur program, hingga pembagian peran dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
“Kami melihat SDN 2 Cikopo memiliki kekuatan khas yang sangat potensial, khususnya dalam pemanfaatan arboretum bambu sebagai bagian dari kurikulum hidup. Pendampingan ini bukan tentang memberi instruksi, tapi memantik kesadaran dan keberdayaan sekolah dalam menyusun rencana yang selaras dengan identitas dan kebutuhan lokal,” ujar Rizky Agung Prakoso, salah satu fasilitator dari SLI.

Fokus Pendampingan: Menyusun Sistem, Menguatkan Nilai
Pendampingan SLI difokuskan pada penguatan sistem internal sekolah dan perumusan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kognisi, tetapi juga nilai-nilai kehidupan.
Beberapa capaian dalam rapat ini antara lain:
Penyusunan tata tertib siswa dan sekolah yang lebih rinci dan disepakati bersama orang tua;
Penetapan struktur komite sekolah yang aktif dan pelibatan dalam kegiatan parenting kelas;
Pembentukan tim Penanggung Jawab (PJ) untuk program-program strategis seperti:
7 Poe Atikan
Tatanen di Bale Atikan (TdBA)
Pusat Prestasi (pendataan minat bakat siswa)
Kelas Kecakapan Arboretum Bambu
Penjadwalan ekstrakurikuler Jumat, termasuk perkusi bambu sebagai wujud pembelajaran budaya dan lingkungan;
Perencanaan dokumen kerja semester 1 yang memuat timeline kegiatan dan distribusi tanggung jawab;
Strategi membangun bonding guru dan siswa melalui afirmasi positif dan pendekatan yang menghargai proses.
Transformasi Menuju Sekolah yang Berdaya dan Adaptif
Pendampingan ini juga memperkuat pemahaman guru sebagai subjek pembelajaran. Guru didorong untuk mengambil peran aktif sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar secara reflektif dan humanis.
“Kami percaya bahwa pendidikan sejati tumbuh dari dalam. Ketika sekolah merancang sistem berdasarkan kekuatan komunitasnya, itulah awal dari transformasi yang otentik,” tambah fasilitator SLI.
SLI juga mendorong SDN 2 Cikopo untuk menjalin kemitraan dengan sekolah lain yang memiliki orientasi ekologi dan karakter, guna memperluas jejaring belajar dan bertukar praktik baik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari misi SLI dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang memberdayakan, dengan pendekatan yang holistik dan menyeluruh—dimulai dari refleksi, perencanaan, hingga aksi nyata di satuan pendidikan.