Purwakarta, 25 Agustus 2025 – Self Learning Institute (SLI) memfasilitasi rapat bersama guru-guru SDN 2 Cikopo dalam langkah strategis memperkuat peran sekolah berbasis arboretum bambu sebagai pusat pembelajaran ekologi, seni, dan budaya.
Fasilitator SLI, Rizky Agung Prakoso, menjelaskan bahwa fokus utama rapat adalah menyusun strategi implementasi kurikulum berbasis arboretum bambu. Menurutnya, arboretum bambu bukan hanya ruang hijau di sekolah, melainkan laboratorium hidup yang dapat digunakan untuk mengaitkan berbagai bidang ilmu.
“Dengan memanfaatkan Arboretum Bambu, pembelajaran tidak lagi terbatas di ruang kelas. Siswa bisa belajar langsung tentang ekosistem, memahami keterkaitan manusia dengan alam, sekaligus mengenal nilai budaya dari bambu,” ungkap Rizky.

Dalam fasilitasi ini, SLI mendorong guru-guru untuk:
– Menyusun strategi implementasi kurikulum arboretum bambu agar lebih kontekstual.
– Membuat perencanaan pembelajaran tematik yang menghubungkan sains, seni, budaya, dan lingkungan.
– Mengoptimalkan pemanfaatan kawasan arboretum sebagai media pembelajaran utama di sekolah.
Selain perencanaan kurikulum, SLI juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dalam peringatan Hari Bambu Sedunia. Para guru SDN 2 Cikopo direncanakan mengikuti latihan gamelan di SMPN Ekologi Kahuripan Padjajaran Purwakarta untuk persiapan penampilan seni, sementara siswa akan dilatih menampilkan drama bertema ekosistem bambu yang menggambarkan kelestarian dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Rizky, langkah ini penting agar sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan kesadaran ekologis dan budaya.
“SLI melihat SDN 2 Cikopo punya potensi besar untuk menjadi model pembelajaran ekologis berbasis Arboretum Bambu. Sinergi antara guru, siswa, dan lingkungan akan melahirkan pengalaman belajar yang utuh,” pungkasnya.