LENSA PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, sedang berbangga hati. Pasalnya, salah satu sekolah dasar di wilayah ini telah memiliki arboretum bambu. Arboretum tersebut, berada di areal lahan milik SDN 2 Cikopo, Kecamatan Bungursari.
Pembangunan arboretum bambu ini, atas kerja sama antara Dinas Pendidikan, Self Learning Institute (LSI), sekolah, perusahaan dan juga masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dr Purwanto mengatakan, arboretum bambu ini berdiri di atas tanah seluas 11 ribu meter persegi. Lahan tersebut, merupakan tanah wakaf dari warga yang tinggal di sekitaran sekolah.
“Sejak 2023 lalu, kita sudah mulai menanam pohon bambu dari berbagai jenis di belaham dunia. Termasuk, bambu lokal yang tumbuh subur di Indonesia,” ujar Purwanto, kepada Lensapurwakarta.com, Rabu 1 Mei 2024.
Selasa sore kemarin, jajarannya bersama Plt Kajari Purwakarta dan lainnya, kembali menanam bambu di arboretum. Sampai saat ini, lanjut Purwanto, total sudah ada 261 pohon dari 41 jenis bambu yang ditanam.
Kedepan, lokasi ini tidak hanya menjadi kebun bambu, melainkan akan menjadi pusat edukasi dan wisata berbasis bambu. Dengan demikian, fasilitas di arboretum ini akan dilengkapi.
Seperti, ada fasilitas ibadah, fasilitas olahraga atau joging track, saung bambu, sampai aula untuk kegiatan workshop. Selain itu, di areal ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas wisata yang ramah untuk anak dan menyehatkan.
“Mimpi kita demikian. Kita ingin, arboretum bambu ini memiliki manfaat yang luas untuk masyarakat. Akan tetapi, sampai saat ini masih terbentur dengan dana. Mengingat, pembangunan arboretum ini hasil swadaya, belum ada intervensi anggaran dari Pemkab Purwakarta,” ujar pria yang akrab disapa Ipung ini.
Ipung menyebutkan, bambu merupakan tumbuhan yang kaya manfaat. Bahkan, disebutnya juga sebagai emas hijau.
Bambu, juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebab, di Indonesia khususnya Jawa Barat, bambu merupakan salah satu komponen penting dalam tatanan kehidupan. Dari lahir hinggal meninggal, bambu sangat diperlukan bagi warga di Jawa Barat.
Karena itu, bambu sangatlah penting. Bahkan, dari 1 pohon bambu ini mampu menyuplai oksigen untuk kebutuhan dua orang. Dengan demikian, bambu ini sangatlah penting dan harus dilestarikan.
Terkait dengan biaya pembangunan Arboretum Bambu Linuhung ini, Ipung menyebutkan, sampai selesai sesuai dengan site plan jajarannya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar. Pihaknya berharap, Pemkab Purwakarta bisa mengintervensi anggaran untuk arboretum ini.
“Arboretum ini akan menjadi aset yang nilainya luar biasa. Minimalnya, di kawasan ini udara akan tetap bersih, meskipun di kawasan ini banyak berdiri pabrik-pabrik. Karena, daun bambu mampu menangkap dan menyerap partikel berbahaya seperti karbon,” ujarnya.
Dengan adanya Arboretum Bambu Linuhung ini, diharapkan ekosistem dan prinsip keberlangsungan hidup tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pihak turut menanam bambu yang telah dilengkapi dengan barcode dan data yang menanamnya. Salah satunya, Plt Kajari Purwakarta, Mukhlis. ***