Purwakarta, 12 Agustus 2025 – Self Learning Institute (SLI) kembali mengambil peran strategis dalam pengembangan pembelajaran kontekstual dengan memfasilitasi pembuatan modul kokurikuler yang mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Indonesia. Modul ini mengangkat tema Manusia dan Perubahan pada IPS, serta materi Teks Deskripsi pada Bahasa Indonesia, dengan subtema Kearifan Lokal: Regenerasi Tradisi dalam Bidang Pertanian.
Fasilitasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarmata pelajaran agar peserta didik mampu memahami materi secara utuh sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. SLI memandu guru dalam menyusun modul yang menggabungkan analisis sosial dan budaya pada tradisi pertanian dengan keterampilan menulis deskripsi yang detail dan komunikatif.

“Kolaborasi ini adalah langkah konkret untuk memastikan pembelajaran tidak terpisah dari konteks kehidupan siswa. Tradisi pertanian adalah bagian dari identitas kita, dan melalui modul ini, siswa akan melihatnya dari perspektif ilmu sosial sekaligus menuangkannya dalam teks deskripsi yang hidup,” ujar Rizky Agung Prakoso, fasilitator SLI.
Dalam proses penyusunan, SLI mendorong pendekatan berbasis proyek, di mana siswa melakukan pengamatan langsung, wawancara dengan petani lokal, serta pendokumentasian proses pertanian tradisional. Temuan lapangan kemudian diolah menjadi teks deskripsi yang memuat detail visual, suasana, dan nilai-nilai kearifan lokal yang terjaga.

Modul kokurikuler ini diharapkan menjadi contoh penerapan kurikulum yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. SLI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inovasi pembelajaran yang relevan, berakar pada budaya, dan mampu membekali generasi muda menghadapi tantangan zaman.